Stuck in My Head

“There’re always many questions in my head for you”

Mungkin kamu berfikir aku tidak pernah peduli dengan kegiatan atau aktivitasmu, mungkin kamu berfikir aku terlalu cuek karena tidak pernah bertanya tentangmu. Tapi sebenarnya, apakah kamu tahu? Aku adalah orang paling peduli denganmu.

Aku hanya melihat, mendengar, dan memahami.

Setiap kamu bercerita dan memberitahuku sesuatu, itu seperti hanya sebuah laporan. Aku bahkan tidak bisa bertanya apapun, karena, ya percuma pasti kamu akan jawab “nanti dulu ya, aku lanjut kegiatan dulu.”

Kalimat itu berlangsung cukup lama, hingga semua pertanyaan stuck in my head. Apapun itu, aku jadi terbiasa untuk mengurungkan pertanyaanku, hanya kata “semangat” yang bisa aku berikan.

Aku penasaran, sangat penasaran, tapi aku memutuskan untuk mengurung pertanyaanku.

Kadang aku cemburu, tetapi, aku memilih untuk positive thinking, aku selalu berprasangka baik “ah, mungkin itu teman atau saudaranya” hingga akhirnya aku menyerah.

Selama aku menahan semua rasa penasaran atas pertanyaan-pertanyaanku. Aku berusaha untuk tetap selalu mendengarkanmu, hingga aku sadar bahwa sepertinya hubungan ini hanya soal kamu, bukan kita.

Kamu bercerita, kamu selalu meminta bantuanku, dalam hubungan ini kamu yang dominan. Tanpa pernah kamu sadari kamu tak peduli terhadapku.

Tampak seperti buku diary yang selalu kamu tulis dan buku diary itu hanya menyimpan kisahmu, bukan bercerita balik kepadamu.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started